<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=657184889556993257&amp;blogName=..and+the+story+goes..&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fdhezshounee.blogspot.com%2F&amp;blogLocale=in&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fdhezshounee.blogspot.com%2Fsearch" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
Jumat, Februari 20, 2009,07:22
Fenomena Air Mata

| Tauk dah. Pengen aja ngasih judulnya begitu, WAKAKAKAK! :lol: Err bisa dibilang sih itu cerminan diri kalau saya itu aslinya cengeng mampus, alias gampang banget nangis dan tersentuh. Saya kira fenomena kecengeng-an ini akan berhenti pas SMP, eh ternyata tidak! Masih berlanjut hingga kuliah. Yah, tapi nggak separah SD dulu. Diejekin dan dikatain nangisnya bisa kejer dah, seember juga penuh katanya... *lirik teman lama di SD yang selalu pura-pura nyodorin ember kalau saya udah mulai mewek* Kalau sekarang mah, film sedih dikiiiiit aja, menyentuh hati, bikin terharu, bisa nangis deh. Eh, tapi adik-adik saya juga begitu sih. Ternyata nggak cuma saya yang amat sensitif kalau nonton film mengharukan, yah :mrgreen:

EITS! Bukan masalah kecengengan dan masa lalu yang akan dibahas dalam posting saya kali ini. Setelah beberapa bulan tidak nge-post.. Hmm.. Biasa, kena sindrom empat-bulanan, kayak nggak tahu saya aja! 8-)



Intinya yah, saya cuma mau ngebahas deretan drama-drama yang sukses buat saya menangis. Minimal sesenggukan dan menguraikan sedikit air mata! Dan rata-rata itu semuanya adalah drama Asia. Wait, Sinetron Indonesia itu juga masuk drama Asia loh, jangan salah. Cuma ya, episodenya itu sama jam tayangnya, bikin mualas super-duper-mualasss nontonnya. Alasan? Takut ketagihan nonton :lol: *mengutip kata-kata si Mama yang ogah nonton Sinetron lagi setelah "Intan" murni TAMAT* Dan beberapa tahun belakangan ini, saya agak kurang tertarik dengan yang namanya Sinetron Indonesia. Yah itu tadi—ceritanya terlalu ruwet plus sengaja dipanjang-panjangkan. Saya masih bisa maklum kalau jam tayangnya itu seminggu sekali, tapi kalau udah dua kali seminggu bahkan sampai TIAP HARImakasih banget. Saya—BOSAN. Belum lagi dengan pola berulang tanpa perubahan berarti—miskin, kaya, jadi miskin, terus dari jahat jadi baik, jahat lagi, anak yang tertukar dengan beda latar belakang, dst. Weuw, betul atau tidak itu-itu saja yang selalu dibahas oleh Sinetron kita? Walaupun ada beberapa yang mengaku mengadaptasi dari Drama Asia ngetop—ingat fenomena tersebut? Sekitar tahun 2000-an mungkin ya, eranya Meteor Garden. Dan menurut saya, jadi agak aneh. Entahlah. IMO, loh... Sinetron favorit saya selama ini adalah Inikah Cinta?. Tapi nggak saya ikuti lagi pas Dennis (Samuel Zylgwyn) ceritanya mati, muales ikutin. Soalnya merasa sudah klop dengan chemistry-nya bersama si Nadine Alexandra (as Moza), dan entah kenapa, ceritanya jadi makin ngalor-ngidul. Sayang banget.



Lah, ini mau bahas Sinetron apa Drama Asia, sih? :lol: Bek tu topik!

Banyak yang bilang, Drama Korea adalah drama-drama yang sukses menguras air mata sampai seember. Contoh : Stairway to Heaven, Winter Sonata, Memories in Bali, I'm Sorry I Love You, Delightful Girl Choon Hyang—dst. Ta-tapi—saya belum nonton semua itu :mrgreen: Cuma nonton beberapa, karena memang kurang tertarik dengan Drama Korea. Alasan? CAPEK NANGIS, nggak bohong! Ada aja adegan bikin nangis, apalagi di I'm Sorry I Love You sama Delightful Girl Choon Hyang. HUWAH! Cuma yang Choon Hyang itu saya berani nonton ulang. Yang I'm Sorry I Love You sampai sekarang belum berani nonton lagi, nanti saya bisa nangis meraung kan ruwet jadinya.. *lebay* Overall, Drama Korea episodenya nggak sampe 40 lebih dari yang pernah saya tonton. Standar mereka mungkin sekitar 20-30 episode.



Bagaimana dengan Drama Seri Taiwan/China? Hmm, saya sendiri juga tak terlalu tertarik, cuma inget pernah nonton MARS, Hanazakarino Kimitachi He, 100% Senorita Twins, My MVP Valentine, dan sisanya lupa. Tapi yang HanaKimi Taiwan nggak sampai kelar. Yang bener-bener sampai tamat, itu MARS, 100% Senorita Twins, My MVP Valentine (ini favorit saya tentu). Saya pernah nonton yang ceritanya kalau nggak salah asrama yang isinya hantu semua, waktu itu pernah tayang di RCTI dan saya lupa apa judulnya. Udah jebot juga sih (tahun 2002 mungkin), tapi alur ceritanya oke. Well, untuk urusan komedi, mungkin Drama Taiwan bisa dikatakan cukup, lah, begitu pula alur kerumitannya. Tapi sayangnya nggak banyak adegan-adegan yang bikin banjir air mata sampe parah menurut saya. Standar episode mereka variatif (rata-rata 40an juga), bahkan setahu saya bisa sampai 60-an. Makanya rada nggak betah juga nontonnya kalau via DVD-VCD, capek euy.. :mrgreen:



Waktunya Drama Jepang! Saya benar-benar suka dengan drama dari Negeri Sakura ini, entah mengapa. Yah, selain karena ceritanya yang variatif dan pemainnya yang cakep-cakep dan tema-tema yang diangkat serta plotnya yang bisa dibilang tuntas, episodenya juga sedikit. Yeap! Episode Drama Jepang, standarnya adalah 11-13 Episode. Patut diacungi jempol, bukan? Karena mereka menanyangkan full satu jam benar-benar inti cerita yang akan berhubungan dengan episode selanjutnya. Lebih berbobot, lah, istilahnya, dan saya nontonnya itu jadi worthed it. Percaya atau tidak, selama ini Drama Jepang-lah yang selalu sukses membuat saya penasaran terhadap episode selanjutnya—karena mereka hobi menyelipkan previes episode selama dua detik.

Yeah, gimana nggak tambah penasaran kalau dua detik itu ditambah dengan sedikit narator dan kata-kata pemicu mendekati spoiler? Walaupun teknik ini banyak digunakan dalam Drama Detektif. Overall, saya sudah banyak menonton drama-drama dan hampir semuanya saya suka. Benar-benar worthed it, dan selalu ada moral dibalik setiap drama tersebut. Kata-katanya serta dialog dan perilaku memiliki maksud tersembunyi yang terkadang bisa menggugah nurani penonton. Bahkan bisa berkata "Oooh, iya juga, ya," karena memang tidak jauh mengangkat dari kehidupan sosialita Jepang sendiri. Bahkan beberapa ada yang based on fact, seperti One Litre no Namida dan Myu no Anyo Papa ni Ageru yang sukses membuat saya banjir air mata. Alur ceritanya bisa dibilang mengagetkan, apalagi untuk cerita-cerita semi misteri seperti Team Batista no Eiko. Sampai episode terakhir saya dibuat menganga karena semuanya benar-benar diputarbalikkan 180 derajat dari dugaan.. Based on Novel yang laku keras, dan saya acungi jempol untuk novelis dan sutradaranya. Tanya kenapa? Ah, silakan nonton sendiri sajalah!



Enaknya drama Jepang itu, mereka selalu fokus dan tidak merambat kemana-mana ceritanya. Kalau memang tentang olahraga, akan dibahas sampai detil. Kalau tentang kedokteran, juga sama. Well, mereka tidak pernah lepas dari unsur komedi pastinya, dan tidak pernah lepas dari genre yang memang sudah jadi jalurnya. Kebanyakan yang saya tonton adalah drama komedi. Kenapa? Yah, bisa dibilang, efek komikal dramanya cukup unik dan sangat khas ala manga. Apalagi kalau based on manga seperti Boku to Kanojo no XXX dan Sushi Oji, ini sampai membuat saya terpingkal-pingkal. Efeknya bener-bener mirip di manga soalnya :mrgreen: Eh, tapi ada beberapa manga Jepang yang diangkat jadi drama duluan oleh Taiwan, contohnya Meteor Garden, Mars, HanaKimi dan biasanya tidak diambil pusing oleh mereka karena ceritanya juga banyak diubah dan memiliki kekhasannya sendiri di tiap versi negaranya. Hm, tapi kenapa kalau di-Indonesia-kan saya masih kurang bisa menerima, ya? :lol:



Setelah dipikir-pikir, nggak ada hubungannya sama judul, ya? :lol:

To Be Continued di post selanjutnya, dengan rekomendasi-rekomendasi drama wajib nonton... :3



Me

Dhez, nDhez, Sya, dhezyoung
18 years old
18 May 1990
FEMALE
College Student of Bina Nusantara University
3rd Semester
Design of Visual Communication
Puppet Master of Yusuke Sawada in Indohogwarts
Want to Get Sorted?
I'm a Gryffindor!



Messenger




Music

Dorama Soundtrack

Chat





Mine

[my multiply]
[my wordpress]
[facebook]
[friendster]
[home]
[Yusuke-Sawada]

Banners



rumahblogger.com, rumahnya blogger indonesia!
IndoHogwarts

Links

[Lily] [Amanda] [Rhea] [Cicakgirl]
[Sevillus] [Zulfi] [Mikan] [Yuu]
[Recha] [Rei] [Mizu] [Asril]
[Naoko] [Aji] [Mochiimel] [Tigabelas] [Miyu]
[Lynn] [Miraa] [Flave] [Felixhinao] [DheaAA] [YuDiezstira] [Nirmana] [ArrumAnne]
a [Fumakuro] [Mida] [Dhien] [Sigi] [AyuArzu] [Bleklip] [Sienna] [TalithPedersen] [AcitAchid] [Puputra]


Past

[Agustus 2007] [September 2007] [Oktober 2007] [November 2007] [Desember 2007] [Januari 2008] [April 2008] [Mei 2008] [Juli 2008] [November 2008] [Februari 2009]

Credits

Images Editor : dhez
Avatar Source : google

Coding : -k a w a i i -
Fonts : Adobe Garamond (Image), Futura (Image, Body Text), Helvetica (Body Text, Sidebar)
Brush and Texture : deviantArt *forgot who*


Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com